Skip to content

Indeks Investor-33 Resmi Diluncurkan

Kepala Departemen Pasar Modal II A OJK Fakhri Hilmi (tengah) bersama (dari kiri ke kanan, barisan depan) Ketua Komite Indeks Investor 33 Roy Sembel, Direktur BEI Friderica Widyasari Dewi, Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu, Anggota Komite Indeks Investor 33 Lily Widjaja, Direktur BEI Hoesen, Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Wahyu Trenggono, (barisan belakang, kiri ke kanan), Dirut KPEI Hasan Fawzi, Direktur BEI Samsul Hidayat, CEO BeritaSatu Media Holdings Sachin Gopalan, Direktur BEI Hamdy Hassyarbaini, Direktur BEI Adikin Basirun, Dirut PT PHEI Ignatius Girendroheru foto bersama usai peluncuran Indeks Investor 33 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/3). Selain peluncuran Indeks Investor 33, juga diadakan seminar "Prospek Investasi Saham & Surat Utang di Tahun Politik Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN."
Kepala Departemen Pasar Modal II A OJK Fakhri Hilmi (tengah) bersama (dari kiri ke kanan, barisan depan) Ketua Komite Indeks Investor 33 Roy Sembel, Direktur BEI Friderica Widyasari Dewi, Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu, Anggota Komite Indeks Investor 33 Lily Widjaja, Direktur BEI Hoesen, Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Wahyu Trenggono, (barisan belakang, kiri ke kanan), Dirut KPEI Hasan Fawzi, Direktur BEI Samsul Hidayat, CEO BeritaSatu Media Holdings Sachin Gopalan, Direktur BEI Hamdy Hassyarbaini, Direktur BEI Adikin Basirun, Dirut PT PHEI Ignatius Girendroheru foto bersama usai peluncuran Indeks Investor 33 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/3). Selain peluncuran Indeks Investor 33, juga diadakan seminar “Prospek Investasi Saham & Surat Utang di Tahun Politik Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN.” (sumber: Majalah Investor – Uthan A Rachim)

 

Jakarta – Bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Beritasatu Media Holdings, hari ini (Jumat, 21 Maret 2014) resmi meluncurkan Indeks Investor33.

Adapun 33 emiten yang sahamnya lolos seleksi dan masuk daftar Indeks Investor33 memiliki kinerja fundamental yang teruji serta kinerja teknikal sangat baik, dilihat dari sisi likuiditas.

Berdasarkan data per Maret 2014, kapitalisasi pasar ke-33 saham yang masuk dalam indeks Investor33 mencapai Rp 2.403 triliun atau 51,65 persen dari total kapitalisasi pasar saham di BEI Rp 4.653 triliun per 20 Maret 2014.

Tahun sebelumnya, kapitalisasi pasar ke-33 saham yang masuk dalam indeks Investor33 mencapai Rp 2.571 triliun per Maret 2013, atau mewakili porsi 53 persen dari total kapitalisasi saham BEI pada periode yang sama.

Indeks Investor33 terdiri atas 33 saham dari berbagai sektor usaha, dipilih melalui proses seleksi secara ketat. Ada delapan tahapan seleksi awal yang harus dilewati, sebelum masuk daftar 100 Emiten Terbaik versi Majalah Investor. Pemilihan konstituen Investor33 juga melibatkan Komite Penilai Indeks yang kredibel dan profesional.

Kehadiran Indeks Investor33 diharapkan bisa menjadi acuan berinvestasi bagi para investor dan pelaku pasar. Terutama karena perusahaan yang lolos seleksi termasuk dalam jajaran saham yang sangat aktif diperdagangkan, memiliki kinerja fundamental yang mumpuni dan kinerja sangat baik, karena masuk kelompok saham dengan tingkat likuiditas tinggi.

“Emiten yang terpilih dalam daftar Indeks Investor33 harus didukung kinerja fundamental yang kuat, dan tentu saja dibarengi dengan likuiditas yang tinggi di pasar. Buktinya nilai kapitalisasi 33 saham ini mewakili 53 persen kapitalisasi BEI yang saat ini terdapat 491 emiten,” ujar Ketua Komite Indeks Investor33, Prof Roy Sembel.

Indeks Investor33 juga dapat dijadikan sebagai produk investasi, yakni menjadi underlying bagi Exchange-Traded Fund (ETF), reksa dana, atau produk derivatif lainnya. Kehadiran Indeks Investor33 melengkapi sejumlah indeks yang sudah eksis, di antaranya komposit yang dibentuk BEI seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), Indeks LQ45, IDX30.

“Kehadiran Index Investor33 bisa dijadikan acuan alternatif karena emiten-emiten ini termasuk sangat solid dari sisi fundamental maupun teknikal,” ujar Anggota Komite Indeks, Lilly Widjaja.

Metode yang digunakan dalam penghitungan Indeks Investor33 sama dengan metode penghitungan indeks-indeks lain yang terdapat di BEI saat ini, yakni melalui pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar atau market capitalization weighted average.

Sedangkan penilaian terhadap emiten terpilih telah mengacu pada laporan keuangan emiten 2012, dan kinerja teknikal kuartal pertama 2013. Indeks Investor33 dihitung mundur hingga hari dasar penghitungan pada Desember 2008 dengan nilai indeks 100.

Tahapan Pemilihan
Emiten yang menjadi konstituen Investor33 harus melewati delapan seleksi awal. Dari emiten yang lolos seleksi awal kemudian diperingkat dengan menggunakan delapan kriteria penilaian. Adapun tahapan seleksi awal meliputi kepatuhan menyampaikan laporan keuangan tahunan, selambatnya 31 Maret, kecuali emiten dual listing (selambatnya 15 April).

Emiten yang lolos seleksi minimal sudah tercatat (listing) di BEI selama satu tahun, sejak periode penilaian dan laporan keuangannya tidak mendapat opini disclaimer atau adverse dari akuntan publik.

Karena kinerja fundamental penting, emiten bersangkutan tidak menderita rugi pada tahun penilaian dan nilai ekuitasnya tidak boleh kurang dari Rp 50 miliar. Ekuitas emiten yang lolos seleksi harus positif dalam dua tahun terakhir.

Sedangkan dari sisi teknikal, saham emiten yang lolos seleksi harus tergolong saham aktif. Lebih dari itu, tak boleh ada hari tanpa transaksi selama sepuluh pekan, kecuali saham yang disuspensi. Kesepuluh pekan itu tak perlu berturut-turut. Kalau dalam satu pekan tak ada satu pun transaksi, maka emiten yang bersangkutan langsung masuk hitungan sepekan tanpa transaksi. Tak kalah penting, jumlah pemegang saham sekurang-kurangnya 300 pihak.

Jika tahapan seleksi awal bisa dilewati, baru layak dipertingkat dengan mengacu pada 8 kriteria pemeringkatan yang meliputi return (imbal hasil) 1 tahun, volatilitas return selama 1 April – 31 Maret (diukur dengan standar deviasi return harian), likuiditas saham, net operating margin, return on equity (ROE), asset turn over (ATO), pertumbuhan laba operasi 3 tahun, dan pertumbuhan penjualan 3 tahun.

Selain harus melewati seleksi awal dan penilaian berdasar 8 kriteria itu, penentuan 33 saham juga mengacu pada kapitalisasi pasar, perkembangan kinerja fundamental dan free float share. Dalam hal ini, komite menetapkan free float share minimal 20 persen.

Tujuh orang dewan juri independen dilibatkan dalam proses pemeringkatan, yang selanjutnya dipercaya menjadi Komite Penilai Indeks. BEI dan Komite Penilai Indeks Investor33 akan melakukan peninjauan berkala atas konstituen Indeks Investor33 setiap enam bulan, yaitu bulan Mei dan November setiap tahun. Dengan demikian, konstituen Indeks Investor33 akan diperbarui setiap awal Juni dan Desember.

Adapun emiten anggota Indeks Investor 33 ini adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR),

Kemudian di sektor perbankan terdapat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Emiten lainnya adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC).

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

Sumber:PR (http://www.beritasatu.com/investasi-portofolio/172902-indeks-investor33-resmi-diluncurkan.html)

css.php