Bonus Demografi Bikin Jokowi Optimistis Soal Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 2 Maret 2015 – 11:50 wib
Bonus Demografi Bikin Jokowi Optimistis Soal Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi Akan Copot Pejabat yang Lambat Urus Perizinan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan para siswa dari SMA Taruna Nusantara di Kompleks Istana Kepresidenan. Kunjungan ini kurang lebih dihadiri 300-an siswa yang berpakaian warna biru lengkap dengan atributnya.Di depan ratusan para siswa ini, Jokowi meminta jangan ada rasa pesimis mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang besar, akan menjadi modal yang kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”Anak-anak di sini harus positif thinking, optimistis, jangan ada perasaan pesimis pada masa depan. Harus yakin itu karena kita masih memiliki bonus demografi, sumber daya alam jauh lebih baik dari negara lain,” tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3/2015).Diakui Jokowi, Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan sendiri, karena harus mengelola sekira 17 ribu pulau yang tersebar dari Merauke sampai Sabang. Ini adalah sebuah tantangan yang sangat panjang dan tentu saja memerlukan management pemerintahan pusat dan daerah yang baik.”Penduduk yang besar ini tantangan tetapi juga sebuah modal. 240 juta penduduk kita modal dan tantangan,” sambungnya.

Jokowi menambahkan, Gross Domestic Product (GDP) di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan negara ASEAN lainnya. Dalam catatannya, GPD Indonesia hampir 42,3 persen.

Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun dibandingkan dengan negara-negara di dunia cukup bagus walaupun sempat turun pada tahun 2014. Di tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekira 5,02 persen atau turun dari tahun 2013 yang sebesar 5,8 persen.

“Tetap di atas 5 persen, yang lain-lain nyari pertumbuhan 1 atau 2 persen sulit. Ini kekuatan kita,” kata Jokowi.

Lanjut Jokowi mengungkapkan, untuk pertumbuhan ekonomi di tahun ini yang dipatok sekira 5,7 persen akan menjadi target yang akan dicapai untuk kerja keras lebih dalam. Pasalnya negara lain menurunkan target pertumbuhan ekonominya, sedangkan Indonesia justru menaikkannya menjadi 5,7 persen di tahun ini.

“Malaysia tahun kemarin 5,8 persen tahun ini jadi 5,1 persen, di China juga sama turun 0,5 persen. Tetapi Indonesia tahun ini kita perlu kerja keras kita naik jadi 5,7 persen,” imbuhnya.

“Yang lain turunkan kita justru naik, kalau ini kita tercapai kepercayaan itu akan timbul dari masyarakat dan dunia luar bahwa ekonomi kita kokoh dan kuat ini kesempatan, landasan untuk menapak ke depan,” tukasnya.

sumber: okezone.com